Mahar Cantik Pernikahan
Sudah agak lama, pada tahun 2013 yang lalu, salah satu teman saya akhirnya melepas masa lajang, dengan meminang dan menikahi seorang gadis idaman. Saya pun datang khusus untuk hadir dan menyaksikan kebahagiaannya. Barang kali ritual nikah hanya itu-itu saja. Tetapi yang beda darinya adalah saat ia mempersembahkan sebuah buku antologi puisi yang indah sekali berjudul 'Lamar'. Buku antologi puisi ini merupakan mahar sekaligus souvenir untuk para tamu undangan, terutama teman yang gemar baca. Alhamdulillah, saya termasuk teman yang mendapatkan bukunya. Ia kini tengah menjalani masa bahagia menantikan kehadiran si buah hati. Yuk kita do'akan mudah-mudahan, si buah hati lahir dengan selamat dan sehat. Aamiin. Hebat Kang Sobih! Ya teman-teman, namanya Kang Sobih.
Nggak cuma itu, pada bulan Februari 2014, salah seorang kiai, namanya KH. Husein Muhammad juga sudah menikahkan putri pertamanya. Saya memang nggak diundang, tapi do'a saya untuk mempelai tetap melayang. Saya mengamati betul, binar senyum kebahagiaan yang terpancar dari foto-foto yang ter-up load di facebook. Lagi-lagi, Buya Husein mempersembahkan sebuah kado special untuk putrinya, sebuah buku indah dan menggetarkan berjudul 'Kembang Setaman Pernikahan'. Sebuah buku kecil yang betul-betul memberikan pencerahan akan pernikahan.
Satu lagi, pada 2 Maret 2014, salah seorang teman senior bernama Kang Ubay Baequni juga telah melangsungkan akad dan resepsi pernikahannya. Seperti yang dua teman saya di atas, Kang Ubay menyusun sebuah buku hebat berjudul 'Metodologi Ngacapara'. Sebuah buku hebat yang diambil dari catatan-catatan hariannya selama aktif di facebook. Kalau bukan untuk istrinya, buat siapa lagi buku itu disusun. Betapa bahagia bukan yang menjadi mempelai, terutama istrinya.
Teman-teman pernah kebayang nggak, ingin berbuat seperti teman-teman saya itu. Membuat buku sebagai kado atau mahar cantik pernikahan? Saya berharap teman-teman punya impian ini.
Sebab biasanya, pesta nikah itu biasanya cuma dihiasi hal-hal biasa. Mahar mempelai laki-laki yang diberi ke mempelai perempuan, biasanya nggak jauh dari seperangkat alat shalat. Hehe. Tanpa mengurangi rasa hormat, menurut teman-teman, apa specialnya mahar seperangkat alat shalat?
Saya berpendapat, nikah itu moment langka dan luar biasa. Sebuah moment ungkap syukur yang tak terukur. Tak ada salahnya bukan, malah amat special, jika mahar untuk sang bidadari adalah sebuah buku, buku berjudul apa saja, yang dipersembahkan untuk sang bidadari kita.
Nah, ini juga yang sedang diperjuangkan oleh salah satu teman laki-laki saya yang pada bulan Agustus 2014 mendatang akan menghalalkan cintanya. Dan yang mengagumkan, sampai hari ini ia tengah menyusun buku yang nantinya akan dipersembahkan untuk sang bidadari cantiknya. Subhanallah. Saya betul-betul memohon kepada Allah, semoga itikad mulianya terwujud. Aamiin.
Teman-teman yang lain bagaimana nih?

0 komentar:
Post a Comment