Ikhtiar Memanusiakan Manusia

Friday, March 21, 2014

Saling Menanti di Sepertiga Malam

Saling Menanti di Sepertiga Malam

 Mamang Muhamad Haerudin

"Saat orang kebanyakan tidur terlelap, kita justru berdebar hati saling harap. Di sepertiga malam yang gelap, bangun, berwudlu dan gelar sajadah menjemput cahaya gemerlap. Kita bersimpuh di hadap-Nya saling tatap, di situlah kita bertemu dengan kalbu penuh yakin dan mantap."

Masih dalam bincang-bincang seputar jomblowan-wati. Nggak usah terburu-buru, nggak usah risau, nggak usah ngeluh jika sampai saat ini teman-teman masih sendiri, alias menikmati masa jomblo. Asalkan tahu, masa-masa sendiri adalah masa terbaik untuk mengembangkan diri. Jangan ikutan gengsi apalagi ngiri, saat teman-teman kebanyakan pada punya pacaran dan berbangga diri.

Ada pesan masuk ke HP saya dari seorang pembaca buku saya, 'Tuhan, Mohon Izinkan Aku Mencintai Perempuan', belum lama ini. Begini:
"Assalamu'alaikum. Pak Mamang, ini M****** dari Jember, Pak saya mau tanya tentang pacaran, saya sering ngelihat pemuda dan pemudi, pegangan tangan, terus dengar cerita temen tentang kebaikan, kelucuan, dan keromantisan pacarnya. Saya jadi kepengen pacaran, tapi takut dosa. Wajar nggak sih kalau orang kepengen pacaran? Dosa apa nggak?"

Nah, teman-teman apa pernah terbenak pertanyaan semacam ini? Pembaca buku saya yang tanya itu kebetulan perempuan. Tetapi saya yakin hampir semua orang, saat masa mudanya merasakan hal demikian. Saya ingin katakan keinginan itu wajar dan normal. Cuma jangan keterusan dan kebawa nafsu.

Saya ingin negesin ke teman-teman, yang sama sekali belum pernah pacaran, atau pernah tetapi sudah putus, maka bersyukurlah. Lho kok bersyukur? Iya lah, ini artinya kita dijaga Allah. Saya berkali-kali bilang, kita ini makhluk Allah yang mahal. Coba bayangin, berapa biaya dan kasih sayang yang sudah diberikan orang tua pada kita? Tak terhitung kan? Lha makanya, kenapa kita tidak memacari orang tua kita, yang jelas-jelas cinta dan kasih sayangnya tulus?
Sebab itu, ketahuilah, bahwa tren pacaran kaula muda itu cuma ngandelin gaya-gayaan doang. Prestasinya nol! Cuma ikut-ikutan teman, ngiri dan gengsi sama teman. Lho ngiri dan gengsi kok sama yang begituan? Ngiri dan gengsi itu cuma pantes kalau kita ngelihat anak muda yang banyak prestasi dan hidupnya produktif, ini ngiri dan gengsi yang keren! Ngiri dong, orang lain pinter, kitanya malah bodo. Orang lain sibuk berprestasi, kita malah sibuk frustasi? Hadaaah bener nggaaak? Ngaku nggaaak, hayooo!

Hei, teman! Ingat, jodoh tuh nggak akan kemana. Kalau sudah saatnya mah, akan tiba tepat pada waktunya. Jemputlah dia tepat pada waktunya, jangan jemput jodoh dengan cara bodoh. Boleh lah kita menabung cinta, caranya? Rajinlah bersujud di sepertiga malam. Coba bayangin, betapa indah, jika kita (perempuan dan laki-laki) sama-sama saling menabung cinta. Tiap hari bangun di sepertiga malam, saat kebanyakan orang tidur terpejam. Tabungan cinta itu berbentuk rakaat shalat malam, dzikir-dzikir, do'a-do'a, dan impian-impian yang terus ditabung sebanyak mungkin, dan di saat yang sama aku menyebut namamu dalam sujudku dan ternyata kamupun sujud menyebut namaku. Ah, indahnya!

Satu ketika, tabungan cinta kita sudah banyak. Di saat itulah Allah mempertemukan kita berdua, bisa saja tanpa diduga sebelumnya. Teman-teman bisa membayangkan, betapa manisnya senyum kita berdua, kita bertemu di pelaminan. Yuk, diamalkan mulai dari sekarang!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Saling Menanti di Sepertiga Malam

0 komentar:

Post a Comment