Ikhtiar Memanusiakan Manusia

Tuesday, February 25, 2014

Buah Hati Begitu Dinanti

Buah Hati Begitu Dinanti

Mamang Muhamad Haerudin

Bagi perempuan dan laki-laki yang baru saja menikah, harapan besarnya adalah ingin menjadi pasangan yang langgeng dan harmonis. Nah, salah satu indikatornya adalah hadirnya si buah hati. Makanya nggak aneh, jika para pasangan rela ngelakuin apa aja asalkan si buah hati bisa hadir. Nggak lengkap rasanya jika sudah nikah tapi si buah hati yang dinanti tak kunjung hadir.

Pengalaman putri Uwak saya, harus sabar menunggu bertahun-tahun untuk bisa memeluk hangat si buah hati. Boleh kan saya ceritain? Gini, sebut aja namanya Ani, di antara putri-putri Uwak lainnya, Teh Ani ini paling cantik, hehe. Orangnya juga baik dan saya juga senang kalau ngobrol sama beliau. Menikahlah Teh Ani dengan Kang Dani. Saya nggak begitu banyak tahu siapa sosok Kang Dani.

Tapi memang Kang Dani orangnya tinggi, tegap, dan ganteng, hehe. Jadi menikahnya Teh Ani dan Kang Dani ini panteees banget. Berminggu, berbulan, bertahun, dan seterusnya berlalu, tapi si buah hati yang dinanti tak kunjung lahir.

Singkat cerita, rumah tangga keduanya mulai retak, sering terjadi cekcok. Kalau dirunut, alasan cekcoknya pasti berujung dengan alasan karena Teh Ani belum bisa memberikan keturunan.

Karena kesabaran Teh Ani, alhamdulillah keduanya tetap bertahan dan nggak sampai cerai. Tetapi Teh Ani makin menderita. Kang Dani berubah drastis, menjadi sosok laki-laki yang arogan dan sering pulang malam. Katanya, kini Kang Dani doyan hura-hura sama teman-temannya. Sampai harta benda di rumah hampir habis dijualnya. Perabotan rumah tangga seperti kuali, panci, dll-nya habis dijual.

Tapi subhanallah, Teh Ani tetap sabar dan tegar. Ia terus menginstiqomahkan shalat malam dan puasa sunnah. Agar Allah berkenan memberikan buah hati padanya. Alhamdulillah, akhirnya keajaiban Allah itu datang. Teh Ani, bisa senyum berbinar. Sampai hari ini, Allah telah menganugerahkan dua buah hati yang cantik dan ganteng. Ya, satu anak laki-laki dan satu anak perempuan.

Teman-teman saya yang baik. Mungkin di antara teman, saudara, tetangga, atau siapapun ada yang sedang mengalami cobaan ini. Berat memang. Tetapi itu tadi, hal ini hanya cobaan, yang nantinya akan ada hikmah yang dapat dipetik.

Saat banyak teman kita yang begitu menantikan buah hati. Di belahan bumi sana, ternyata ada banyak juga orang tua yang tega menelantarkan dan membuang buah hatinya. Na'uzubillah.

Maka, tak ada jalan lain kecuali terus muhasabah diri. Karena begitu banyak salah dan maksiat yang melekat. Rasa-rasanya, banyak harta juga tak nikmat kalau buah hati yang dinanti belum saja lahir. Ada baiknya, seperti saudara saya tadi, supaya mulai mendekatkan diri pada Allah. Bila perlu, adopsi anak asuh di rumah. Tapi awas jangan sampai mengkhianati anak asuh. Ikhtiar lain, bisa dengan memeriksakan ke dokter ahli. Bisa juga dengan mengonsumsi makanan-makanan yang sehat. Dan jangan lupa sedekah 'besar-besaran' (terutama dalam bentuk uang dan makanan) kepada yang membutuhkan, terutama para anak yatim-piatu.

Semoga Allah memudahkan dan berkenan memberikan si buah hati yang dinantikan. Aamiin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Buah Hati Begitu Dinanti

0 komentar:

Post a Comment