Ikhtiar Memanusiakan Manusia

Sunday, March 9, 2014

Mewujudkan Impian

Mewujudkan Impian

Mamang Muhamad Haerudin


Tidak jarang ada banyak di antara kita yang sejak pukul 03.00 atau sebelum dari itu sudah bangun dari tidur. Apalagi kalau ibu rumah tangga, jam segitu sudah sibuk ke sana-ke mari. Mulai dari mendirikan shalat malam, bermunajat pada Allah untuk ketentraman keluarganya. Sampai mencuci pakaian, memasak, membangunkan seluruh anggota keluarga, dan lain-lain.

Sampai hari semakin cerah, semua anggota keluarga sudah siap berangkat melakukan rutinitas masing-masing. Yang saya salut adalah mereka yang sepagi itu sudah memiliki dan menjiwai impiannya agar terwujud sesuai yang dibutuhkan.

Niatnya kuat, tekadnya bulat untuk bersemangat menjalankan aktivitas, saling bertebaran menjemput rezeki dan nikmat. Seorang ibu yang hanya beraktivitas di rumah, sudah pasti akan meneruskan seabrek pekerjaan menumpuk rumahnya. Sementara ayah, ada yang ke sawah, ke sekolah, ke kantor dan sebagainya. Begitu juga si ibu yang punya pekerjaan di luar rumah. Dan anak-anaknya ke sekolah dan kuliah.

Keluarga yang senantiasa tampak kompak. Satu sama lain saling menyemangati. Kesemuanya sedang menjemput kebahagiaan untuk kehidupan. Agar hidupnya sejahtera dan bahagia. Begitulah kunci dari itu semua adalah selain saling percaya, jujur dan terbuka, juga satu sama lain masing-masing punya impian, ulet berusaha, dan yakin berdo'a.

Mau apa lagi kita di dunia kalau tidak menyukuri nikmat, mengisi hidup ini penuh manfaat, dan terus menebar maslahat. Itu tadi kuncinya, yang terpenting kita di dunia tidak berpangku tangan dan hanya menunggu belas kasihan orang lain. Orang seperti itu ibarat laa yahya walaa yamuut, tidak hidup juga tidak mati. Raganya hidup jiwanya mati. Dia hidup hanya untuk menunggu mati.

Jangan pernah mudah menyerah. Ingat firman Allah; setiap sudah pasti ada mudah. Jangan gampang putus asa, masalah sejatinya datang adalah untuk membuat kita semakin dewasa. Jangan pesimis, sebelum kita mencoba dan berusaha, sebaliknya kita harus optimis. Bahwa hidup itu memang pahit, tetapi yakinlah berikutnya pasti manis.

Teman-teman, saya bilang begini bukan untuk siapa-siapa, ini untuk saya sendiri. Tentunya saya bersyukur jika postingan ini ada sedikit manfaat buat kalian. al-Mu'min mir'atu al-Mu'min, begitu kata Nabi. Bahwa seorang mukmin itu cermin bagi mukmin lainnya. Siapalah yang tidak mau menjadi mukmin (orang beriman) yang punya kepribadian dan masa depan baik?

Usaha kita jugalah yang akan menentukan nasib kita. Allah memang yang utama, tetapi kalau kita tidak berusaha, hidup juga percuma. Mari kita jalani aktivitas dan rutinitas pagi ini dan seterusnya dengan baik dan produktif. Semoga kita termasuk orang yang beruntung dapat mewujudkan impiannya masing-masing. Aamiin.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Mewujudkan Impian

0 komentar:

Post a Comment