Ikhtiar Memanusiakan Manusia

Sunday, March 9, 2014

'Neng' Sebelum dan Sesudah Berhijab

'Neng' Sebelum dan Sesudah Berhijab

Mamang Muhamad Haerudin


[Sebelum Berhijab]
Ibu : Neng, awas pulangnya jangan malem-malem ya!

Neng : Beres Bu, Neng pasti pulangnya paling pagi-pagi Shubuh.

Ibu : Neng, pakai bajunya yang bener, jangan yang ketat begitu!

Neng : Yeee si ibu, nggak gaul banget deh! Ini model zaman sekarang Bu, biar kelihatan seksi.

Ibu : Neng itu udah beranjak dewasa, masa penampilannya kaya gini!

Neng : Maksud ibu, mau nyuruh aku berhijab, apa berhijab? Nggak la yau!

Ibu : Neng, Neng sayang nggak sama ibu, kalau sayang Neng mulai hari ini berhijab ya, biar tambah cantik?

Neng : Tambah cantik? Yaaa ibu, yang ada aku jadi tambah jelek Bu. Nanti aja deh berhijabnya kalau sudah kuliah, kalau sudah punya uang banyak, kalau sudah punya suami.

[Sesudah Berhijab]
Ibu : Neng, kapan mau menikah?

Neng : Neng yakin, insya Allah 3 bulan lagi setelah lulus kuliah Bu. : )

Ibu : Neng mau ngapain setelah menikah?

Neng : Mau jadi istri yang baik bagi suami, jadi ibu yang baik bagi anak, jadi anak yang baik bagi ibu dan bapak.

Ibu : Neng, kalau sudah menikah mending di rumah saja!

Neng : Mohon maaf ya Bu kalau Neng kurang sopan. Begini Bu, Neng justru akan mencurahkan semua potensi yang dimiliki, ingin bekerja sesuai hati nurani, ingin melanjutkan kuliah strata berikutnya, dan tetap bisa menjadi istri dan ibu yang baik. Do’akan Neng ya Bu! Mudah-mudahan Neng bisa mengemban amanat dan tugas mulia ini.

Ibu : Subhanallah. Pasti ibu mendo’akanmu, Neng.

Neng : Aamiin. Terimakasih ya Bu. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan pada ibu.

Saya : Sabar ya Bu, insya Allah Neng akan berubah ke arah yang baik. Biar perlahan.

[Setelah Menikah]
Neng : Kang, mohon maaf mengganggu, Neng mau bicara romantis sama Akang tersayang, hehe.

Akang : Iya kenapa istriku sayang.

Neng : Begini Kang, Neng mau mengabdikan diri menjadi guru, Neng mau minta izin sama Akang!

Akang : Subhanallah. Mulia sekali hatimu sayang. Neng nggak usah izin lagi, asalkan Allah meridhainya, Akang juga pasti merestuinya.

Neng : Kang, mohon maaf sekali lagi, sambil mendidik anak-anak di sekolah nanti, Neng juga bertekad untuk melanjutkan studi S2.

Akang : Akang sangat mengizinkan, Neng! : )

Neng : Alhamdulillah. Terimakasih Akangku sayang. Dengan mendidik anak-anak di sekolah dan tekad ingin melanjutkan kuliah, itu bukan berarti Neng cuti jadi istri dan ibu bagi anak-anak. Neng akan tetap selalu berusaha menjadi istri dan ibu yang baik. : )

Akang : Akang juga akan begitu, Neng. Akang akan bersama-sama mendidik anak-anak di rumah, membantu Neng kapan pun dan di mana pun, mengurus rumah tangga, merasakan segala suka dan duka secara bersama. Akang ingin jadi ayah yang mulia, seperti Neng, Ibunya. Tolong bantu Akang ya Neng, agar Akang bisa menjadi suami dan ayah yang baik.

Neng : Insya Allah Kang, kita sama-sama saling melengkapi.
Akang dan Neng : Saling tersenyum dan berpelukan.

Saya : Cieee ...

[Suatu Ketika]
Akang : Neng, Akang mau tanya, biaya kuliah Neng darimana? Kan mahal biayanya?

Neng : O iya Kang, mohon maaf Neng belum sempat bercerita. Alhamdulillah, Neng dapat beasiswa dari sekolah tempat Neng mengabdi Kang. Beasiswanya full sampai lulus. Kalau ada kemauan insya Allah jalan-Nya selalu ada.

Akang : Alhamdulillah. Semoga berkah.

Akang dan Neng : Aamiin.

Akang : Pokoknya kalau ada apa-apa Neng cepat bilang ke Akang ya?
Neng : Iya Kang. O iya Kang, Akang mau lanjut kuliah S2 nggak?

Akang : Akang sebetulnya ingin lanjut kuliah tapi nanti saja setelah Neng lulus.

Neng : Lho kenapa harus nunggu Neng? Insya Allah gaji bulanan Neng bisa dipakai untuk biaya kuliah S2 Akang juga. Kalau keperluan rumah tangga kan tetap bisa terpenuhi dari gaji bulanan Akang?

Akang : Iya sebetulnya begitu. Tapi tetap dan mudah-mudahan ini jawaban terbaik dari Allah. Nggak apa-apa studi S2 Akang ditunda dulu. Biar Akang bisa fokus mengurus anak-anak di rumah. Biar Neng nggak terlalu capek, kita bisa bergantian mengurus anak. Akang harus bisa jadi bapak rumah tangga juga. : )

Neng : Subhanallah, Kang. : )

[Neng mencium tangan Akang dan cipika-cipiki]

Saya : Alhamdulillaaah.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : 'Neng' Sebelum dan Sesudah Berhijab

0 komentar:

Post a Comment