Ikhtiar Memanusiakan Manusia

Monday, March 3, 2014

Turut Mengalirkan Cinta

Turut Mengalirkan Cinta

Mamang Muhamad Haerudin

Pagi-pagi sekali, hari Minggu ini, saya sudah harus sampai ditempat pelatihan menulis. Sejak tahun kemarin, dalam kegiatan mengisi liburan panjang, saya diminta untuk jadi teman belajar para remaja untuk melatih kemampuan menulis. Alhamdulillah berjalan lancar dan antusias. Tepat pukul 9.30 kegiatan sudah saya akhiri.

Seusai pelatihan, saya harus segera meluncur ke lokasi di mana di sana teman-teman saya yang dulu satu kelas di S1 berkumpul. Maka, sejak ada ajakan itu saya harus meluangkan waktu agar bisa ikut. Begitulah dua di antara permintaan yang sulit saya tolak; diminta menjadi teman belajar dan diajak berkumpul (reuni) bersama teman-teman. Alhamdulillah, dua kegiatan itu dapat saya penuhi dan tentu saja menyenangkan.

Sore hari sudah saatnya pulang. Saya dan teman-teman pun membubarkan diri pulang ke rumah masing-masing. Ingat waktu sudah sore, saya belum shalat ashar, segera bergegas menuju musholla terdekat. Pilihan saya jatuh untuk shalat di musholla dekat Grage Cirebon. Seusai shalat, tanpa direncanakan sebelumnya, saya tergerak menuju ke toko buku Gramedia. Setelah mengamati begitu banyak buku yang dipajang. Saya memutuskan membeli buku berjudul 'Makelar Rezeki' karya Jamil Azzaini. Padahal, beberapa Minggu sebelumnya saya juga sudah membeli dua buku; satu di antaranya berjudul 'ON' yang juga karya Jamil Azzaini. Buku 'ON' sudah khatam saya baca, tinggal dipraktikkan. Buku 'Makelar Rezeki' hanya tinggal setengah halaman lagi rampung.

Begitulah saya, kalau sudah lihat buku, selalu mudah ingin membeli dan membacanya. Kebiasaan itu muncul awalnya dulu saat mulai awal kuliah S1. Pokoknya tiap bulan saya wajib beli dan membacanya sampai tuntas. Karena membaca itu menyenangkan, menyegarkan, dan mencerdaskan. Beberapa hari ini saya baca koran, minat baca bangsa Indonesia masih sangat rendah. Maka saya ingin mengajak, mari kita membeli dan membaca buku. Karena bukulah warisan yang tak ternilai harganya.

Lain kali saya akan ulas bagaimana ringkasan isi buku 'ON'. Kali ini, saya ingin meringkas secara singkat setengah dari isi buku 'Makelar Rezeki'. Buku-buku Jamil Azzaini selalu menarik minat baca saya. Selain inspiratif juga menggerakkan. Jamil Azzaini adalah mantan direktur Dompet Dhuafa, yang memutuskan untuk undur diri dari jabatannya. Untuk kemudian menjadi Inspirator SuksesMulia. Sejak 2006 ia dikenal sebagai Inspirator SuksesMulia.

Saya ingin kembali pada acara kumpul bersama teman-teman saat dulu kuliah S1. Di antara obrolan yang hangat dibicarakan adalah tentang kesuksesan masa depan dan jodoh. Alhamdulillah, teman-teman saya bernasib baik dan saya yakin masa depannya cerah. Di tengah obrolan, saya menceritakan kisah salah seorang teman--kebetulan nggak hadir--yang begitu gigih ingin menghalalkan cintanya. Segala cara dilakukan, menyulitkan dan menyakitkan. Tapi subhanallah buah manis sekali dan menyenangkan. Saya pernah menceritakan kisahnya di postingan grup 'Ya Allah, Mohon, Izinkan Aku Mencintai Perempuan'. Silakan dibaca ya!

Obrolan saya ternyata sesuai dengan salah satu bahasan yang ada dalam buku 'Makelar Rezeki' Jamil Azzaini. Sub judulnya 'Mengalirkan Cinta'. Sebagaimana judulnya, Jamil Azzaini mempraktikkan untuk menjadi makelar cinta. Dalam buku ini diceritakan, Jamil Azzaini telah banyak memakcomlangi orang-orang yang ingin sekali menghalalkan cintanya. Caranya adalah dengan membantu siapa saja yang ingin menikah. Jamil Azzaini mengatakan, 'Kalau mau dapat jodoh, ya, sedekah yang berdekatan dengan seputar perjodohan. Misalnya, kamu membuatkan undangan teman kamu yang mau menikah. Atau menanggung biaya catering pernikahan teman kamu'. Ia juga menyarankan, 'Cobalah sedekah biar kamu cepat nikah. Kalau mau suami yang ganteng, kaya, saleh; sedekahnya yang banyak. Kalau kamu sedekahnya pas-pasan, nanti dapat suami yang pas-pasan juga.'

Saya merenungi betul ulasan sub judul ini. Karena saya juga, jujur, sedang belajar membantu semampu saya siapapun yang merasa kesulitan dalam itikad menghalalkan cinta. Ya, begitu itu, sebelum saya membaca buku Jamil Azzaini pun, ketika ada banyak teman yang kenal maupun belum, mereka minta saran, yang saya sarankan itu tadi; minta restu orang tua dan sedekah.

Ketika diberi saran untuk sedekah, tidak sedikit yang malah mencibir dan meremehkan. Katanya, nggak nyambung antara menikah dan sedekah. Entahlah. Tetapi saya terus meyakinkan bahwa sedekah itu berkah dan mendekatkan. Sedekah itu artinya memedulikan orang yang membutuhkan, maka insya Allah Allah akan memedulikan nasib hidup kita. Begitu kadang, ternyata selama ini kita menjadi Muslim yang pelit alias malas sedekah. Tiap bulan gajian abis nggak karuan. Beli ini-itu, beli segala barang yang sebetulnya nggak begitu dibutuhkan. Padahal, sedekah adalah harta murni kita. Ia bukan hanya bekal di dunia tapi juga akhirat. Jadi, tunggu apa lagi, ayo sedekah! Semakin banyak yang mencibir dan menertawakan, sedekah, yakin makin berkah, apalagi buat yang ingin menikah.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Turut Mengalirkan Cinta

0 komentar:

Post a Comment