Yang harus Dinikmati dan Diresapi Anak Muda
Kita harus jangan lupa untuk bersyukur. Terutama
bagi kalian para anak muda, yang hidupnya harus penuh dengan warna. Dalam
menjalani hidup, kita bisa banyak belajar dari mereka orang dewasa, orang tua. Di
situ, kita sedang diberi petunjuk oleh Allah agar kelak kita menjadi orang yang
bisa belajar dari pengalaman.
Salah satu momen hidup paling penting bagi
banyak orang itu, menikah. Tetapi mari kita lewati setapak demi setapak jalan
menuju pernikahan dengan unik, tidak dengan datar, seperti asal oyeg saja.
Setelah SD, masuk SMP, lalu SMA, lalu kuliah, lalu nikah. Ini yang kebanyakan
orang lakukan. Prosesnya kurang dinikmati, sehingga kita terjebak hanya
menjaladani hidup sekadar rutinitas.
Kalau di antara kalian masih sedang belajar,
nikmatilah masa belajarnya. Habiskan pikiran, waktu, tenaga dan lainnya untuk
belajar, berprestasi dan berkarya seproduktif mungkin. Nikmati dan resapi
setiap jengkal perjalanan masa muda dan masa belajarmu. Saya bilang begini,
betapa banyak anak muda yang menghabiskan energi dan pikirannya untuk hal-hal
yang tidak perlu dipikirkan dan dilakukan saat ini. Di saat kalian sedang dalam
masa belajar.
Akibatnya, tidak jarang anak-anak muda kita,
menyia-nyiakan masa mudanya. Mereka kurang berprestasi, miskin karya dan
banyaknya hura-hura. Mereka malah sibuk memikirkan nikah. Waktu dan energi
mereka habis hanya untuk mengurusi apa yang seharusnya tidak diurusi.
Seolah-olah nikah itu akhir daripada hidup. Setelah nikah itu seolah-olah hidup
sudah finish.
Coba saja kita saksikan pergaulan anak muda
sekarang, mereka belum menikah tetapi belaku layaknya sudah menjadi
suami-istri. Berpacaran, jalan-jalan berdua, saling mengobral sayang, padahal
belum halal. Coba kita bandingkan dengan anak muda di luar negeri sana, mereka
sibuk berlomba berkarya, mengharumkan nama bangsa, sibuk membaca, meneliti dan
melakukan hal-hal produktif lainnya.
Kalian, anak muda, mesti terus banyak belajar.
Nikah itu memang baik, tapi ya nanti kalau sudah tepat waktunya. Aktivitas
belajar serius kalian akan sangat berpengaruh pada kualitas nikah dan rumah
tangga nantinya. Nikah itu berumah tangga, tidak cukup hanya memerlukan sehari
dua hari saja, tetapi sepanjang hayat.
Sabar dan kalem saja. Nikmati saja dulu masa
mudamu. Jangan terlalu terburu nafsu. Nanti juga kalau sudah tiba waktunya,
kalian akan merasakannya sendiri. Tidak usah galau, tidak usah bimbang. Galau
dan bimbanglah manakala hasil belajarmu jelek. Kamu tidak punya prestasi dan
karya. Kamu belum bisa membahagiakan orang tua.
Ingat ya, kedua orang tuamu sedang terus berdoa,
mengharapkan kelak anaknya berhasil, sukses. Ada banyak orang yang
menggantungkan harapan pada pundak kalian. Jangan kecewakan mereka, jangan
khianati mereka. Mereka rela membiayai, mencukupi apa pun kebutuhanmu sekarang,
karena orang tuamu menginginkan agar nasibmu baik ke depannya.
0 komentar:
Post a Comment