Ikhtiar Memanusiakan Manusia

Wednesday, December 9, 2015

Habis Ust Aswan 'terbitlah' Ust Koko Liem



Habis Ust Aswan ‘terbitlah’ Ust Koko Liem
 
Cukup pelajaran buat kita semua. Itulah barang kali pesan yang langsung ingin disampaikan dari catatan ini di awal. Kita semua mungkin tahu kehidupan para ustadz seleb di negeri ini, banyak dirindukan, banyak dikagumi, banyak yang ingin memiliki. Setelah masalah mendera rumah tangga Ust Aswan, kini menimpa Ust Koko Liem. Siapa menyangka? Ustadz juga manusia.

Ustadz juga manusia, punya nafsu dan emosi. Berpotensi melakukan kesalahan, selain punya banyak kebaikan. Bahkan, godaannya akan lebih berat ketimbang kita, orang awam. Siapa yang tidak terpesona, melihat seseorang yang mempunyai keahlian dalam bidang ceramah agama. Di tengah bisingnya kehidupan, ceramah-ceramah dengan bahasa lembut nan menyejukkan, banyak dinanti banyak orang.

Di sini, kita bukan hendak ikut menggosip, apalagi menghakimi, siapa yang benar dan salah. Untuk itu, sebaiknya kita jangan tersulut emosi, ikut-ikutan dalam membahas kasus ini sampai berlebihan. Cukup ini menjadi pelajaran buat kita semua. Ada sedikitnya tiga pelajaran yang bisa kita petik dari kasus ini; pertama, perlu sepenuhnya kita sadari bahwa pernikahan adalah janji suci kita yang berat kepada Allah, kepada masing-masing pasangan, kepada orang tua, kepada sanak-saudara dan kepada khalayak masyarakat. Kita mesti hati-hati dan menjaganya.

Kedua, Islam itu bermakna kepasrahan, pernikahan dalam Islam itu bermakna pasrah untuk setia. Menikah itu membangun kesetiaan. Tidak ada dalah satu hati dua cinta, sebagaimana tidak ada dalam satu wujud dua Tuhan. Dalam membangun kesetiaan, kita dituntut untuk terus belajar untuk menerima masing-masing kekurangan dan kelebihan. Belajar bijak dan dewasa menghadapi segala bentuk masalah.

Ketiga, bukti bahwa keterbukaan dan kejujuran itu sangatlah penting dalam menjalin hubungan rumah tangga. Masalah dalam rumah tangga semakin menjadi akibat masing-masing dari istri dan suami tidak terbuka dan jujur. Tidak akan pernah langgeng sebuah jalinan rumah tangga, jika dibangun atas fondasi kebohongan.

Cukup pelajaran buat kita semua. Pelajaran bagi kaum muda yang belum menikah, agar lebih hati-hati dalam menjemput jodoh dan melangkah menuju pernikahan. Sebab menikah bukan hanya urusan duniawi yang sifatnya semu belaka. Menikah itu siap menyikapi masalah. Belajar dewasa dan bijak sedini mungkin untuk kelak dapat mengendalikan emosi dan amarah.

Pelajaran bagi pasangan istri dan suami di mana pun berada agar bisa lebih cermat mengantisipasi keretakan dalam rumah tangga. Keutuhan rumah tangga tak hanya bisa dikokohkan dengan asupan duniawi, tetapi juga harus dengan kekuatan ukhrawi, melalui ibadah wajib dan sunah kepada Allah, terutama puasa sunah dan sedekah.

Selebihnya, kita mesti memulai dan mengisi kehidupan ini dengan penuh rasa syukur. Untuk para laki-laki dan suami, menjadilah sosok yang rendah hati, patut menjadi teladanan dan teruslah mencintai istri dan anak, pupuklah terus rasa cinta itu. Para istri juga jangan minder, kita punya Allah, para perempuan dimuliakan Allah, menjadilah istri yang berdaya. Wallahu a’lam.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Habis Ust Aswan 'terbitlah' Ust Koko Liem

0 komentar:

Post a Comment