Habis Ust Aswan ‘terbitlah’ Ust
Koko Liem
Cukup pelajaran buat kita semua. Itulah barang
kali pesan yang langsung ingin disampaikan dari catatan ini di awal. Kita semua
mungkin tahu kehidupan para ustadz seleb di negeri ini, banyak dirindukan,
banyak dikagumi, banyak yang ingin memiliki. Setelah masalah mendera rumah
tangga Ust Aswan, kini menimpa Ust Koko Liem. Siapa menyangka? Ustadz juga
manusia.
Ustadz juga manusia, punya nafsu dan emosi.
Berpotensi melakukan kesalahan, selain punya banyak kebaikan. Bahkan, godaannya
akan lebih berat ketimbang kita, orang awam. Siapa yang tidak terpesona,
melihat seseorang yang mempunyai keahlian dalam bidang ceramah agama. Di tengah
bisingnya kehidupan, ceramah-ceramah dengan bahasa lembut nan menyejukkan,
banyak dinanti banyak orang.
Di sini, kita bukan hendak ikut menggosip,
apalagi menghakimi, siapa yang benar dan salah. Untuk itu, sebaiknya kita
jangan tersulut emosi, ikut-ikutan dalam membahas kasus ini sampai berlebihan.
Cukup ini menjadi pelajaran buat kita semua. Ada sedikitnya tiga pelajaran yang
bisa kita petik dari kasus ini; pertama, perlu sepenuhnya kita sadari
bahwa pernikahan adalah janji suci kita yang berat kepada Allah, kepada
masing-masing pasangan, kepada orang tua, kepada sanak-saudara dan kepada
khalayak masyarakat. Kita mesti hati-hati dan menjaganya.
Kedua, Islam itu bermakna kepasrahan,
pernikahan dalam Islam itu bermakna pasrah untuk setia. Menikah itu membangun
kesetiaan. Tidak ada dalah satu hati dua cinta, sebagaimana tidak ada dalam satu
wujud dua Tuhan. Dalam membangun kesetiaan, kita dituntut untuk terus belajar
untuk menerima masing-masing kekurangan dan kelebihan. Belajar bijak dan dewasa
menghadapi segala bentuk masalah.
Ketiga, bukti bahwa keterbukaan dan
kejujuran itu sangatlah penting dalam menjalin hubungan rumah tangga. Masalah
dalam rumah tangga semakin menjadi akibat masing-masing dari istri dan suami
tidak terbuka dan jujur. Tidak akan pernah langgeng sebuah jalinan rumah
tangga, jika dibangun atas fondasi kebohongan.
Cukup pelajaran buat kita semua. Pelajaran bagi
kaum muda yang belum menikah, agar lebih hati-hati dalam menjemput jodoh dan
melangkah menuju pernikahan. Sebab menikah bukan hanya urusan duniawi yang
sifatnya semu belaka. Menikah itu siap menyikapi masalah. Belajar dewasa dan
bijak sedini mungkin untuk kelak dapat mengendalikan emosi dan amarah.
Pelajaran bagi pasangan istri dan suami di mana
pun berada agar bisa lebih cermat mengantisipasi keretakan dalam rumah tangga.
Keutuhan rumah tangga tak hanya bisa dikokohkan dengan asupan duniawi, tetapi
juga harus dengan kekuatan ukhrawi, melalui ibadah wajib dan sunah kepada
Allah, terutama puasa sunah dan sedekah.
Selebihnya, kita mesti memulai dan mengisi
kehidupan ini dengan penuh rasa syukur. Untuk para laki-laki dan suami,
menjadilah sosok yang rendah hati, patut menjadi teladanan dan teruslah
mencintai istri dan anak, pupuklah terus rasa cinta itu. Para istri juga jangan
minder, kita punya Allah, para perempuan dimuliakan Allah, menjadilah istri
yang berdaya. Wallahu a’lam.
0 komentar:
Post a Comment